Turnover karyawan merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh banyak perusahaan. Tingkat pergantian karyawan yang tinggi tidak hanya mengganggu stabilitas organisasi, tetapi juga dapat menimbulkan biaya yang cukup besar. Setiap kali seorang karyawan keluar, perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk proses rekrutmen ulang, pelatihan, serta penyesuaian tim kerja.
Banyak perusahaan mencoba mengatasi turnover dengan meningkatkan gaji atau memberikan berbagai benefit tambahan. Namun, solusi tersebut sering kali hanya bersifat sementara. Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi turnover sebenarnya dimulai sejak tahap awal, yaitu proses rekrutmen.