15 Tips Lolos dari PHK dan Cara Meningkatkan Performa Kerja

Gambar via kabar.news

Hampir setiap perusahaan pernah melakukan PHK terhadap karyawannya. Tentu saja dengan berbagai macam alasan yang melatarbelakangi terjadinya PHK. Mulai dari ketidakmampuan perusahaan membayar karyawannya, perusahaan pailit, hingga kesalahan yang dilakukan oleh karyawan itu sendiri. Jika Anda saat ini bekerja sebagai seorang karyawan, tentu harus mewaspadai terjadinya PHK dalam riwayat karir Anda terutama yang diakibatkan oleh kesalahan fatal yang Anda lakukan saat bekerja. Alangkah lebih terhormat Anda melakukan pengunduran diri atas keinginan diri sendiri ketimbang harus dikenai PHK oleh perusahaan. Ada 20 tips yang dapat membuat Anda lolos dari PHK, berikut rinciannya.

  1. Selalu mengikuti aturan perusahaan

Setiap perusahaan pasti memiliki aturan yang harus diikuti. Salah satu fungsi dari aturan tersebut adalah untuk menjaga suasana perusahaan yang tertib, kondusif, dan meminimalisir munculnya permasalahan. Aturan perusahaan yang ada sudah pasti merupakan kewajiban seluruh karyawan untuk mengikuti dan mematuhi agar suasana kondusif dapat tercapai.

  1. Tidak menjelekkan nama perusahaan tempat Anda bekerja

Menjaga nama baik perusahaan adalah kewajiban Anda yang bekerja di sebuah perusahaan. Hal ini dikarenakan, jika nama perusahaan tercemar, maka tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi perkembangan perusahaan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan resiko kehilangan kepercayaan dari para klien akan menyebabkan perusahaan tempat Anda bekerja gulung tikar. Oleh karena itu, jika perusahaan mengetahui Anda melakukan pencemaran nama baik perusahaan, tentu saja perusahaan tidak akan segan-segan untuk melakukan PHK terhadap Anda dengan segera.

  1. Menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas terbaik

Bekerjalah dengan baik, maka proses tidak akan mendustai hasil. Kualitas terbaik dari kinerja Anda tentu dapat menyelamatkan Anda dari PHK. Hal ini dikarenakan perusahaan akan berpikir ulang apabila akan mem-PHK karyawannya yang berkualitas. Selama Anda tidak melakukan kesalahan yang signifikan, kinerja Anda dengan kualitas terbaik akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi perusahaan.

  1. Meminimalisir lembur

Lembur boleh-boleh saja, asalkan sesuai dengan prosedur. Namun demikian, sebisa mungkin bekerjalah dengan produktif. Jika memang memungkinkan, selesaikan pekerjaan Anda sesuai dengan waktu kerja yang seharusnya. Namun jika memang terpaksa Anda harus melakukan lembur, lakukan sesuai prosedur. Mengkomunikasikan perihal lembur kepada pihak HRD dan juga atasan, serta pastikan Anda sudah memperoleh ijin dari kedua belah pihak tersebut.

  1. Berusaha menjaga rahasia perusahaan

Setiap perusahaan pasti memiliki rahasia. Ntah itu terkait dengan produksi, metode perekrutan karyawan, kamus kompetensi, hasil penilaian kinerja, nama-nama karyawan beserta penghasilannya, dan masih banyak rahasia perusahaan lainnya. Hal-hal tersebut harus dirahasiakan karena jika sampai diketahui oleh orang di luar perusahaan maka akan mengakibatkan munculnya permasalahan yang signifikan. Sebagai contoh, ketika kamus kompetensi diketahui oleh orang di luar perusahaan atau sesame karyawan. Maka sangat memungkinkan akan terjadi pembohongan kondisi yang dilakukan oleh oknum karyawan terkait. Dari karyawan yang sebenarnya tidak memenuhi kompetensi, dia berusaha pada hari H penilaian dapat memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan, dan masih banyak permasalahan lainnya.

  1. Tidak melakukan pelecahan di tempat kerja

Pelecehan dalam hal ini dapat berbagai macam bentuk. Mulai dari pelecehan seksual hingga pelecehan seperti saling mencemooh antar sesam karyawan. Terkait dengan attitude, beberapa perusahaan tidak akan segan untuk melakukan PHK kepada karyawannya yang melakukan pelecehan dalam bentuk apa pun. Oleh karena itu, Anda harus memiliki kontrol diri yang baik agar tidak menjadi sasaran empuk PHK.

  1. Menghindari untuk membuat produk tidak sesuai spek

Terkait dengan menjaga kualitas hasil kerja, pada level operator di sebuah perusahaan manufacture sangat rentan terjadi PHK. Mengapa? Karena kebanyakan dari mereka tidak mematuhi standar atau ukuran dari spek untuk membuat sebuah produk pada saat itu. Ada berbagai motif yang muncul mulai dari keteledoran, kesengajaan menurut mereka tidak sesuai, hingga miss communication. Perlu Anda sadari, produk yang tidak sesuai spek, tentu akan merugikan customer sehingga apabila terjadi complaint, tidak menutup kemungkinan klien akan hilang kepercayaan sehingga memutuskan untuk berhenti menggunakan produk hasil dari perusahaan Anda.

  1. Meningkatkan angka kehadiran

Angka kehadiran termasuk dalam absensi dan kedatangan tepat waktu. Perusahaan mana yang tidak suka apabila memiliki karyawan produktif dengan angka kehadiran yang memadai serta ketepatan waktu masuk bekerja. Oleh karena itu, meskipun hal ini tidak terlalu signifikan, Anda perlu mempertimbangkan perihal terkait angka kehadiran yang sudah Anda lakukan.

  1. Berusaha memberikan kontribusi yang optimal

Kontribusi optimal tidak hanya terkait dengan lingkup pekerjaan Anda. Namun selama Anda berada di perusahaan, Anda harus memberikan kontribusi yang optimal. Misalkan saja dengan memberikan ide-ide kreatif yang dapat mendukung kinerja di dalam perusahaan.

  1. Aktif terlibat dalam kerjasama tim

Bekerja di sebuah perusahaan, bukan berarti Anda hanya memiliki tanggung jawab dengan pekerjaan Anda saja. Namun kinerja Anda akan saling berkaitan dengan bagian lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjalin kerjasama dan membina komunikasi yang baik dengan sesama rekan kerja.

  1. Berusaha menjalankan 5R

5 R memiliki kepanjangan ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin. Hal ini tentu berlaku bagi seluruh karyawan di perusahaan, di bagian mana pun. Dengan 5R membuat kerja Anda lebih nyaman dan teratur. Dengan kemampuan Anda menerapkan 5R, membantu Anda meminimalisir munculnya masalah yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap terjadinya PHK. Cintailah pekerjaan Anda.

  1. Lakukan improvement dalam lingkup kerja Anda

Melakukan improvement sangat penting dalam lingkunga kerja. Hal ini dikarenakan selain dapat meningkatkan efektifitas kerja, seiring dengan itu maka hasil kerja juga akan mengalami peningkatan. Perbaikan tidak harus dilakukan pada hal besar, namun Anda dapat melakukan mulai dari hal kecil (kaizen). Sebagai contoh, pada meja Anda, banyak sekali dokumen yang tidak teratur. Namun setelah Anda menerapkan 5R dan melakukan improvement dengan membuat rak dokumen, Anda dapat bekerja lebih nyaman, efektif karena dokumen sangat mudah ditemukan, serta tempat kerja Anda yang rapi membuat lebih semangat dalam bekerja.

  1. Menggunakan akun sosmed Anda dengan bijak

Hampir setiap orang memiliki akun sosmed, bahkan beberapa perusahaan sudah memantau akun sosmed kandidat yang akan bergabung di perusahaan mereka. Oleh karena itu, gunakan akun sosmed Anda dengan bijak. Bisa jadi aktifitas yang Anda lakukan pada akun sosmed milik Anda dapat menjadi pertimbangan Anda harus menjalani PHK atau tidak.

  1. Memperhatikan target kerja Anda yang Harus Dipenuhi

Menampilkan performa kerja dengan baik, bukan berarti Anda telah memenuhi target kerja Anda. Oleh karena itu, ketika Anda mulai menduduki sebuah jabatan, Anda perlu memastikan target kerja yang seperti apa yang harus dicapai. Mana bobot yang terbesar, sehingga Anda dapat menyusun strategi untuk bekerja cerdas dalam memenuhi target kerja Anda.

  1. Menjalin hubungan baik dengan sesama rekan kerja

Menjalin hubungan baik dengan sesama rekan kerja merupakan salah satu faktor pendukung agar Anda lolos dari PHK. Mengapa? Karena dengan membina hubungan baik dengan sesama rekan kerja kerja, Anda turut serta menciptakan suasana lingkungan kerja yang kondusif. Sehingga perusahaan dapat mempertimbangkan Anda untuk tetap bekerja.

Demikianlah 15 tips yang dapat Anda terapkan dalam pekerjaan Anda agar terhindar dari PHK. Perlu diketahui, apabila perusahaan melakukan PHK, maka perusahaan tersebut telah melakukan banyak pertimbangan. Terlebih apabila PHK harus dilakukan karena perusahaan sudah tidak mampu membiayai karyawannya.

 

Incoming search terms:

cara menghindari agar tidak dikenai phk,download aplikasi PHK,cara lolos dari phk,kaizen perbaikan lemburan,perusahaan yang menggunakan sistem HRD,sistem HRD tempat wisata

Menjadi Karyawan yang Peduli Pajak, Cari Tahu Mengenai PPh 21 (Bagian 2)

Terlebih dahulu, harap membaca artikel Menjadi Karyawan yang Peduli Pajak (bagian 1).

Apakah Dasar Pengenaan Pajak (DPP)?

Berdasarkan Direktur Jenderal Pajak PER-16/PJ/2016 Pasal 9 Dasar Pengenaan Pajak adalah sebagai berikut:

  1. Penghasilan kena pajak berlaku bagi:
  • Pegawai tetap
  • Penerima pensiun berkala
  • Pegawai tidak tetap yang penghasilannya dibayar secara bulanan atau jumlah kumulatif penghasilan yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender telah melebihi Rp 4.500.000 (empat juta lima ratus ribu rupiah); dan
  • Bukan pegawai yang menerima imbalan yang bersifat berkesinambungan
  1. Jumlah penghasilan yang melebihi Rp 450.000 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) sehari, yang berlaku bagi pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas yang menerima upah harian, mingguan, upah satuan atau upah  borongan, sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender belum melebihi Rp 4.500.000 (empat juta lima ratus ribu rupiah).
  2. 50% dari jumlah penghasilan bruto, yang berlaku bagi bukan pegawai yang menerima imbalan yang tidak bersifat berkesinambungan
  3. Dasar pengenaan dan pemotongan PPh adalah penghasilan bruto.

Pada dasarnya, peserta wajib pajak adalah seseorang pekerja yang memiliki penghasilan. Berikutnya, perlu diperhatikan tarif PPh 21 untuk rentang penghasilan dalam 1 tahun yang berbeda-beda agar tidak terjadi kesalahan saat Anda akan melakukan pembayaran pajak.

Bagaimana Penetapan Tarif PPh 21?

Cara perhitungan tarif PPh 21 diperoleh dari jumlah penghasilan kena pajak yang dibulatkan ke bawah ke ribuan penuh. Berikut ini merupakan penghasilandan prosentase tarif pajak PPh 21 berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-32/PJ/2015 Pasal 17 ayat (1) huruf a:

  1. Wajib pajak dengan penghasilan tahunan sampai dengan Rp 50.000.000 adalah 5%
  2. Wajib pajak dengan penghasilan tahunan di atas Rp 50.000.000 s/d Rp 250.000.000 adalah 15%
  3. Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan di atas Rp 250.000.000 sampai dengan Rp 500.000.000 adalah 25%
  4. Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan di atas Rp 500.000.000 adalah 30%
  5. Untuk Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP, dikenai tarif 20% lebih tinggi dari mereka yang memiliki NPWP.

Bagi wajib pajak yang menerima penghasilan namun tidak memiliki NPWP, akan dikenai peraturan mengenai tarif PPh 21 sebagai berikut ini:

  1. Bagi penerima penghasilan yang tidak memiliki NPWP, dikenakan pemotongan PPh Pasal 21 dengan tarif lebih tinggi 20% daripada tarif yang diterapkan terhadap wajib pajak yang memiliki NPWP.
  2. Jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) adalah sebesar 120% dari jumlah PPh Pasal 21 yang seharusnya dipotong dalam hal yang bersangkutan memiliki NPWP.
  3. Pemotongan PPh Pasal 21 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya berlaku untuk pemotongan PPh Pasal 21 yang bersifat tidak final.
  4. Dalam hal pegawai tetap atau penerima pensiun berkala sebagai penerima penghasilan yang telah dipotong PPh Pasal 21 dengan tarif yang lebih tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mendaftarkan diri untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dalam tahun kalender yang bersangkutan paling lama sebelum pemotongan PPh Pasal 21 untuk Masa Pajak Desember, PPh Pasal 21 yang telah dipotong atas selisih pengenaan tarif sebesar 20% (dua puluh persen) lebih tinggi tersebut diperhitungkan dengan PPh Pasal 21 yang terutang untuk bulan-bulan selanjutnya setelah memiliki NPWP.

 

Bagaimana Perhitungan Tarif Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)?

Berikut ini merupakan tarif PTKP terbaru berdasarkan PMK No. 101/PMK.010/2016 adalah:

  • Rp 54.000.000 untuk diri Wajib Pajak orang pribadi
  • Rp 4.500.000 tambahan bagi Wajib Pajak yang menikah
  • Rp 54.000.000 untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami
  • Rp 4.500 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga.

Demikianlah pembahasan terkait dengan PPh 21 yang perlu diketahui. Bagi bagian keuangan di perusahaan, yang bertugas untuk melakukan perhitungan pajak tentu di era teknologi saat ini tidak perlu terlalu pusing dikarenakan ada software perhitungan pajak yang dapat membantu. Selain itu, aplikasi di e-billing Dirjen Pajak sudah bisa melakukan perhitungan secara otomatis. Demikian, informasi singkat terkait dengan PPh 21.

Incoming search terms:

hrd mengenai pajak

Menjadi Karyawan yang Peduli Pajak, Cari Tahu Mengenai PPh 21 (Bagian 1)

Sudah dapat dipastikan, sebagai seorang karyawan, Anda tentu saja akan memperoleh gaji setiap bulannya sebagai bentuk apresiasi perusahaan terhadap setiap karya yang sudah Anda berikan untuk perusahaan. Namun demikian, sudah tahukah Anda bahwa dibalik gaji yang diterima setiap bulannya menyimpan tanggung jawab besar kepada negara? Ya, tanggung jawab tersebut adalah PPh 21. Jika mencermati slip gaji yang Anda terima, biasanya ada keterangan PPh 21. Selain itu, bagi Anda yang berstatus karyawan dan terdaftar memiliki NPWP, maka Anda berkewajiban untuk melakukan pelaporan SPT setiap tahunnya.

Apakah PPh 21 itu?

Pengertian berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 mengenai PPh 21 atau sering juga disebut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subyek pajak dalam negeri.

Bagaimana Perhitungannya?

Saat ini Anda tidak perlu pusing untuk melakukan perhitungan PPh 21 secara tepat, karena telah dilakukan secara otomatis. Namun demikian, Anda perlu memahami komponen yang ada di dalamnya berdasarkan PTKP 2016, yaitu sebagai berikut:

  • Penghasilan Bruto (Kotor)

Komponen penyusun penghasilan bruto adalah penghasilan teratur seperti gaji pokok. Selain itu, penghasilan yang tidak teratur (seperti bonus dan THR), BPJS yang ditanggung oleh perusahaan, dan tunjangan PPh 21 yang ditanggung oleh perusahaan.

  • Pengurangan Penghasilan Bruto

Komponen penyusun pengurangan penghasilan bruto adalah biaya jabatan, biaya pensiun, iuran BPJS JHT (Jaminan Hari Tua), jaminan kesehatan, dan jaminan pensiun.

  • PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)

Pada dasarnya, setiap wajib pajak memiliki kesempatan terkait dengan penghasilah tidak kena pajak. Hal ini berdasarkan status pernikahan dan jumlah tanggungannya. Jadi, jika Anda adalah suami dan istri yang masing-masing bekerja dan memiliki penghasilan, maka Anda hanya boleh memiliki 1 NPWP saja. Untuk tarif PTKP yang telah diperbaharui oleh pemerintah dapat Anda cek melalui peraturan DIrektur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016

Tiga poin di atas merupakan hal-hal yang harus Anda cermati. Saat ini Anda tidak perlu bingung karena sudah banyak software yang mempermudah perhitungan pajak. Bahkan, ketika tiba waktunya melaporkan SPT, Anda tinggal mengisi form secara online seperti yang disediakan oleh Dirjen Pajak.

Siapa Sajakah Peserta Wajib Pajak PPh 21?

Peserta wajib pajak PPh 21 sudah pasti seseorang yang bekerja dan menerima penghasilan. Terdapat 6 kategori wajib pajak antara lain pegawai, bukan pegawai, penerima pensiun dan pesangon, anggota dewan komisaris, mantan pegawai dan peserta kegiatan. Untuk lebih jelasnya, dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Pegawai
  2. Penerima uang pesangon, pensiun, tunjangan hari tua, atau jaminan hari tua, dan hal-hal yang menyerupai bentuk uang tersebut.
  3. Wajib pajak PPh 21 kategori bukan pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pemberian jasa, seperti dokter, fotografer, model, pemain film, arsitek, pengacara, dan lain-lain.
  4. Anggota dewan komisaris atau dewan pengawas tidak merangkap sebagai Pegawai Tetap pada perusahaan yang sama. Misalnya saja dalam sebuah perusahaan keluarga pak Seto menjadi direktur di perusahaan X. Namun di perusahaan adiknya, perusahaan Z, pak Seto juga memiliki andil meskipun tidak sebagai direktur. Dengan demikian penghasilan pak Seto wajib dikenai PPh 21.
  5. Mantan Pegawai
  6. Kategori peserta kegiatan yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan keikutsertaannya dalam suatu kegiatan, sebagai contoh peserta lomba yang menang, peserta rapat, peserta pelatihan, dan sebagainya.

Jadi dengan 6 kategori tersebut, tentu saja Anda dapat lebih mudah mencermati termasuk dalam kategori apakah penghasilan Anda. Cermati kembali slip gaji yang Anda terima, untuk melihat potongan PPh 21 yang dilakukan oleh perusahaan. Jangan malu bertanya kepada bagian yang berwenang. Jika Anda bukan seorang pegawai, cari tahu lebih lanjut Anda termasuk dalam kategori peserta wajib pajak yang mana, dan memiliki rentang penghasilan berapa, sehingga Anda dikenai perhitungan pajak yang seperti apa.

Incoming search terms:

free download software payroll dan pph21

Ide Rancangan Kegiatan Team Building

outbound-circle-game

Merancang kegiatan team building bukanlah hal yang rumit. Kunci paling penting adalah Anda dapat memahami dan peka akan kebutuhan dari sebuah perusahaan yang meminta Anda untuk menjadi fasilitator selama diadakannya kegiatan team building. Jika kunci tersebut sudah Anda kuasai dengan baik dan benar, maka Anda dapat mulai melakukan perancangan kegiatan team building yang akan diadakan. Pada artikel ini akan membahas bagaimana ide-ide rancangan team building untuk memberikan gambaran dan menambah inspirasi bagi Anda.
Read more

Incoming search terms:

rancangan building

Kapan Harus Dilakukan Team Building

teambuilding_cartoon

Pada dasarnya, team building bukan merupakan sebuah keharusan yang harus dilakukan oleh perusahaan. Perlu ditinjau kembali sebelum mengadakan kegiatan team building. Pada artikel kali ini akan membahas mengenai kapan harus dilakukan team building? Sebelum saya menjawab, tentu saja saya akan mengajukan beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab, mulai dari bagaimana suasana tempat kerja, seberapa banyak munculnya pelanggaran yang telah dilakukan oleh karyawan, target-target kerja apa saja yang akan dicapai, hingga hal apa saja yang sedang direncanakan oleh perusahaan untuk langkah kedepannya. Cukup kompleks bukan?
Read mode

Perbedaan Semangat Saat Interview Dengan Semangat Setelah Diterima Kerja

296

Pada artikel kali ini saya ingin membahas mengenai semangat kerja. Hal ini dikarenakan semangat merupakan hal pokok dalam melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Jika kita ibaratkan, semangat itu seperti bahan bakar sebuah kendaraan. Jika tidak ada bahan bakar, maka sebuah kendaraan tidak akan bisa dinyalakan. Terkait dengan semangat, ada fenomena unik yang sering kita jumpai di sekitar, yaitu perbedaan semangat saat interview dengan semangat setelah diterima kerja.
Read more

Pemimpin vs Boss

267d9c633554e1c01c85565e131e78ff

Dalam dunia kerja, Anda tentu tidak asing dengan sebutan untuk posisi jabatan yang lebih tinggi dari Anda dengan pemimpin atau boss. Dulu saya sempat terheran-heran dengan sebutan boss. Namun ternyata kedua sebutan tersebut memiliki perbedaan makna. Perbedaan tersebut lebih kepada sikap seorang pemimpin, antara pemimpin yang memang dia benar-benar berfungsi sebagai pemimpin tidak hanya memberika instruksi saja, namun juga mengembangkan bawahannya ataukah hanya sebagai boss yang cenderung hanya memerintah anak buahnya saja.
Read more

Meningkatkan Kedisiplinan Karyawan

difficult-employee

Kedisiplinan karyawan tidak jarang menjadi salah satu masalah yang cukup urgent  di dalam sebuah perusahaan. Jika kita lihat lebih dalam lagi, kedisiplinan karyawan tidak hanya terkait dengan karyawan itu sendiri. Bahkan kedisiplinan dapat memiliki pengaruh terhadap K3 dan produktivitas kerja sehingga dapat memberikan dampak berkelanjutan pada profit yang diperoleh perusahaan. Dengan sebuah permasalahan yang memberikan dampak cukup signifikan, tentu saja harus segera ditangani.
Read more

Incoming search terms:

Bagaimanakah kedisiplinan yang diterapkan di perusahaan anda,cara peningkatan disiplin karyawan,content,contoh kompetisi karyawan,langkah langkah mengurangi pelanggaran peraturan perusahaan,program kedisiplinan karyawan,sanksi pelanggaran k3 pada karyawan,upaya meningkatkan kedisiplinan karyawan

Situs Pencari Kerja Atau Job Fair

233468_09443408102015_job_fair

Menginak tahun 2015 ini, semakin banyak situs pencari kerja. Namun demikian, seiring dengan bertambahnya fasilitas yang memberikan kemudahan dalam mencari kerja juga tidak membuat jumlah pengangguran semakin berkurang. Bahkan menurut survei yang telah dilakukan BPS pengangguran meningkat sebesar 300.000 orang. Jika dulu kita hanya familiar dengan 2 buah situs pencari kerja yang cukup ternama, saat ini sudah cukup banyak situs pencari kerja yang bermunculan, mulai dari careerbuilder, Qerja, webloker, dan sebagainya.
Read more

Hal-hal Yang Membuat Karyawan Betah di Perusahaan

Karyawan

Saat berada di sebuah perusahaan, tentu saja Anda akan menjumpai berbagai macam karyawan yang memiliki masa kerja berbeda-beda setiap orangnya. Ada yang baru 1 tahun, 2 tahun, bahkan sejak perusahaan tersebut berdiri, misalnya 15 tahun. Tentu saja beberapa perusahaan sangat membutuhkan karyawan yang dapat menetap dan juga berkontribusi dalam rentang waktu yang cukup lama. Apa rahasianya?
Read more