Banyak Saingan Kerja? Siapa Takut!

Berhasil menempati posisi incaran di perusahaan impian membuat Dinda merasa puas dan bahagia. Rasa-rasanya, semua rencana hidup yang sudah disusunnya bakalan berjalan dengan sempurna. Karier yang bergengsi dengan gaji yang memuaskan merupakan jaminan untuk kualitas hidup yang tinggi. Sayangnya, kepuasan yang dirasakan Dinda merupakan kepuasan semu karena setelah beberapa bulan, dia mulai merasa khawatir tentang posisinya. Ada banyak karyawan lain yang juga memiliki impian seperti dia dulu. Kenyataannya memang selama kita masih bekerja pada orang lain, selalu ada kemungkinan kehilangan pekerjaan entah karena dimutasi ke bagian lain, diberhentikan atau mengundurkan diri.

Sebenarnya, ketika kita berada dalam posisi yang “tidak aman”, kita mempunyai 2 pilihan bersikap. Pertama, fokus pada pesaing. Dalam hal ini, kita membuat pesaing kita seolah-olah tidak memiliki kompetensi dengan tujuan menghilangkan ketidakamanan. Contohnya, menyabotase pekerjaan dan menyerang pribadi teman kerja. Ini merupakan cara paling cepat untuk mengamankan pekerjaan. Namun, karena biasanya bersifat destruktif, hasilnya bukan hanya merusak kualitas hubungan kerja dengan teman sejawat tapi juga beresiko pada posisi yang kita sendiri.

Kedua, fokus pada diri sendiri. Kita berusaha mengembangkan kompetensi diri terus menerus (keep learning) karena di atas langit masih ada langit. Keberadaan pesaing dengan kompetensinya bisa menjadi motivasi untuk selalu berkembang dengan tujuan menjadi lebih baik dari yang sekarang. Pengembangan kompetensi diri harus dimulai dengan pemahaman bahwa segala sesuatu di dunia ini terus berubah termasuk pesaing. Setiap harinya, ada rekan kerja yang mampu bekerja lebih baik daripada kita. Mereka mampu menyelesaikan proyek lebih cepat atau menelurkan ide-ide yang lebih brilian. Kita tidak pernah tahu seberapa besar usaha mereka untuk bisa memiliki kompetensi tersebut namun jika kita tidak mengimbangi, kitalah yang akan tertinggal jauh. Meski membutuhkan tenaga, waktu dan uang, kita harus meningkatkan daya saing kita.

“Karena hasil tidak pernah menghianati usaha, upaya pengembangan kompetensi diri memberikan peluang lebih besar untuk bisa tetap berada di posisi sekarang atau bahkan naik ke posisi yang lebih tinggi”

Untuk mengembangkan kompetensi diri, kita bisa menghadiri seminar, training, atau workcamp baik itu secara online maupun offline. Jika perusahaan memberikan fasilitas ini, manfaatkan sebaik-baiknya. Keikutsertaan dalam training yang diberikan oleh perusahaan menunjukkan kemauan kita untukberkembang dan loyalitas kepada perusahaan. Jika perusahaan tidak memberikan fasilitas training, kita hendaknya secara aktif mencari informasi sendiri. Ada banyak website yang memberikan training secara online dengan biaya murah. Bahkan, beberapa website memberikan secara gratis. Kemudian, kita bisa bergabung di forum-forum diskusi yang sesuai dengan pekerjaan atau topik yang kita minati. Cukup dengan mendaftar sebagai member, kita sudah bisa terlibat aktif dalam sebuah diskusi. Mengutarakan pendapat atas suatu topik dapat membantu meningkatkan daya kritis atas suatu masalah. Manfaatnya adalah ketika kita diharuskan mencari ide baru untuk suatu proyek, kita sudah terbiasa.

Selanjutnya, kita bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk membuat kita lebih pintar. Sekarang ini, berbagai macam informasi baik itu dari dalam maupun luar negeri dapat diperoleh dengan mudah hanya dengan berselancar di dunia maya. Cukup ketikkan kata kunci tertentu di mesin pencari favorit danvoila, informasi yang kita inginkan tersaji di depan mata. Banyak-banyaklah membaca artikel yang berkaitan dengan pekerjaan kita agar kita selalu up to datedengan perkembangan jaman. Sebisa mungkin, bacalah artikel berbahasa Inggris agar kemampuan bahasa kita juga terlatih. Lalu, perkembangan teknologi ini dapat membantu kita bekerja secara lebih efisien. Manfaatkan smartphone dan gadget kita untuk membantu bekerja. Kita bisa mengerjakan sesuatu dari mana saja dan kapan saja sehingga pekerjaan bisa kita selesaikan secara lebih cepat. Jika performa kerja kita menonjol, kita tidak perlu takut disaingi.

Incoming search terms:

ketika saingan bekerja